ACCELERATION





 A.     Sejarah singkat accelerated learning (pembelajaran akselerasi)

           Accelerated learnin g adalah cara belajar alamiah yang akan akarnya telah tertanam sejak zaman kuno. Accelerated learning telah dipraktekkan oleh setiap anak yang dilahirkan. Sebagai suatu gerakan modern yang mendobrak cara belajar dalam pendidikan dan pelatihan terstruktur dalam kebudayaan barat, accelerated learning muncul kembali akibat adanya sejumlah pengaruh pada kedua abad ke-20. Pada tahun 70-anLynn Schroeder dan Sheila Ostrander menerbitkan sebuah buku berjudul Super Learning yang mengemukakan karya psikiater Bulgaria George Lozanov. Dia merasa menemukan cara untuk melangkah masuk ke dalam sesuatu jauh di lubuk jiwa yang lebih dalam daripada kesadaran rasional (dia menyebut ini cara pikiran yang tersembunyi). Lozanov merasa bahwa metode ini juga dapat diterapkan pada pendidikan.Dengan bantuan pemerintah Bulgaria.Dia mendapati bahwa kombinasi musik, sugesti dan permainan kanak-kanak memungkinkan pelajar untuk belajar jauh lebih cepat dan efektif.

          Pada tahun 70-anDon Schuster dari Lowa State University, dan pendidik Ray Bordon dan Charles Gritton mulai menerapkan metode tersebut dalam pembelajaran di SMU dan universitas dengan hasil positif. Pada tahun 1975, mereka bersama tokoh-tokoh lain mendirikan SALT (The Society For Accelerative Learning And Teaching) setelah berdiri selama 25 tahun namanya diganti dengan IAL (The International Alliance For Learning) yang menseponsori konferensi-konferensi tahunan di Amerika Serikat yang menarik minat para profesor perguruan tinggi, pendidik sekolah umum dan pelatih perusahaan dari seluruh dunia. Inggris mempunyai satu kelompok serupa bernama SEAL (Society For Effective Affective Learning), dan para praktisi di Jerman telah membentuk DSGL (The Germany Society For Suggestopedic And Learning). 

B   B.   Pengertian accerated learning (pembelajaran akselerasi)

        Program Percepatan Belajar ( Akselerasi ) adalah program layanan pendidikan khusus bagi  peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat/lebih awal dari waktu yang telah ditentukan pada setiap jenjang pendidikan.

C.      Tujuan accerated learning program (program akselerasi)

        Program pendidikan akselerasi sebagaimana dituangkan dalam Pedoman Penyelenggaraan. Program Percepatan belajar SD, SLTP dan SMU “Depdiknas, 2001” memiliki tujuan umum dan khusus antara lain:

Secara umum penyelenggaraan program percepatan belajar akselerasi bertujuan untuk:

       Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan efektifnya.

       Memenuhi asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri.

       Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.

       Menimbang peran peserta didik sebagai asset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.

 

Secara khusus penyelenggaraan program percepatan belajar akselerasi bertujuan untuk:

       Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan efektifnya.

       Memenuhi asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri.

       Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.

       Menimbang peran peserta didik sebagai asset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.

D.    Manfaat accerated learning program (program akselerasi)

Selain banyak sekali tujuan diselenggarakan program akselerasi ada banyak juga mafaat dari terselenggaranya program akselerasi.

Menurut Southern dan Jones (1991) menyebutkan beberapa keuntungan dari pelaksanaan program akselerasi bagi anak berbakat adalah:

       Meningkatkan efisiensi.

       Meningkatkan efektifitas.

       Penghargaan.

       Meningkatkan waktu untuk karier.

       Membuka siswa pada kelompok barunya.

Ekonomis. 

E.   Faktor penunjang dan penghambat accerated learning program (program akselerasi)

Dalam pelaksanaan program percepatan belajar pasti ada hal-hal atau faktor-faktor yang dapat menunjang atau sebaliknya akan menghambat proses pelaksanaan.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

1.      IQ (Inteligence Quotienti)

          Menurut James D. Page, IQ adalah ukuran kecerdasan seseorang yang diperoleh dengan membagi umur mental individu dengan umur kronologi atau bisa diartikan sebagai angka atau indeks yang menunjukkan kecerdasan seseorang.

Dalam program akselerasi seorang anak harus mempunyai IQ 125 – 140.jadi dengan IQ 125 ke atas dapat memperlancar pelaksanaan program akselerasi dan sebaliknya jika IQ anak

kurang dari 125 kemungkinan dapat menghambat keberhasilan program akselerasi.

2.      Kesiapan atau Kematangan

          Masalah utama dalam program akselerasi ini adalah bila dilakukan dengan tergesa-gesa, anak tersebut dapat saja belum “siap” atau “matang”, baik secara fisik maupun emosi untuk masuk atau dapat diterima dengan teman-temannya yang lebih tua.

 

3.      Kemauan atau kesediaan

          Tidak ada tekanan untuk ikut akselerasi dan siswa menginginkan atau menyetujui untuk dimasukkan dalam program akselerasi tersebut.Sehingga dengan keikhlasan dan tanpa tekanan masuk dalam program akselerasi membuat anak dapat belajar dengan lebih semangat.

4.      Orang Tua

          Orang tua menduduki posisi sentral dalam proses tumbuh-kembang anak, termasuk anak berbakat intelektual, dan orang tualah yang memahami kebutuhan seorang anak. Orang tua harus memberikan dukungan dan bimbingan terhadap segala sesuatu yang bersifat positif yang dilakukan oleh anak berbakat intelektual.

5.      Guru

          Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Guru harus bersikap toleran, dapat memberikan insiprasi, bimbingan dan kesempatan bagi mereka untuk mencobakan kemampuan mereka mengadakan eksplorasi dan menghasilkan sesuatu.Jadi guru untuk kelompok anak super harus merupakan pribadi yang fleksibel, selalu dapat memberi kesempatan kepada anak-anak untuk dapat mengembangkan bakatnya.

6.      Sarana dan prasarana

          Sarana dan prasarana atau fasilitas dan alat sangat berpengaruh dalam menunjang kelancaran pelaksanaan program akselerasi.Misal kepustakaan, laboratorium, bengkel kerja, auditorium, alat-alat audio visual yang lengkap.

7.      Kurikulum

          Kurikulum pada pendidikan khusus tidak terlepas dari kurikulum dasar yang diberikan untuk anak normal lainnya.Perbedaan hanya pada penekanan dan penambahan sesuatu bidang sesuai dengan kebutuhan anak supernormal.Kurikulum harus mengandung pembinaan kreativitas yang menanamkan sikap hidup penuh pengabdian, jiwa sosial serta bertanggung jawab untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negaranya.Isi dan pelaksanaan kurikulum harus dapat menunjang sistem pendidikan khusus yaitu dapat mempercepat (accelerate), dan mengelompokkan (segregation).

8.      Bimbingan dan Konseling (BK)

          Pelayanan bimbingan dan konseling sangat diperlukan agar potensi keberbakatan tinggi yang dimiliki oleh siswa dapat dikembangkan dan tersalur secara optimal.Program bimbingan dan konseling diarahkan untuk dapat menjaga terjadinya keseimbangan dalam keserasian dalam perkembangan intelektual, emosional dan sosial.

F.    Prinsip-prinsip accerated learning program (program akselerasi)

Menurut lif dan Hendro “2011-59” menyebutkan beberapa prinsip-prinsip dari pelaksaan program akselerasi bagi anak berbakat ialah:

       Belajar Melibatkan Seluruh Pikiran Dan Tubuh
Belajar tidak hanya menggunakan otak “sadar, rasional, memakai otak kiri dan verbal”, tetapi juga melibatkan seluruh tubuh/pikiran dengan segala emosi, indra dan sarafnya.

       Belajar Adalah Bekreasi Bukan Mengkonsumsi
Pengetahuan bukanlah sesuatu yang diserap oleh pembelajar, melainkan sesuatu yang diciptakan pembelajar.

       Pembelajaran Berlangsung Pada Banyak Tingkatan Secara Simultan
Belajar bukan hanya menyerap satu hal kecil pada satu waktu secara linear, melainkan menyerap banyak hal sekaligus.

       Belajar Berasal Dari Mengerjakan Pekerjaan Itu Sendiri “Dengan Umpan Balik”
Belajar paling baik ialah belajar dalam konteks, kita belajar berenang dengan berenang cara bernyanyi dengan bernyanyi.

       Emosi Positif Sangat Membantu Pembelajaran
Perasaan menentukan kualitas dan juga kuantitatif belajar seseorang parasa positif mempercepat pembelajaran.

 

Jadi……..program akselerasi adalah program layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa, dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat dari waktu yang ditentukan dari setiap satuan pendidikan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

 

Kami bangga menjadi bagian dari siswa/siswi akselerasi

 

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama